wholesale jerseys nfl jersey cheap cheap nfl jerseys wholesale jerseys discount nfl jerseys
header_image
Advanced Search

IDR 0 to IDR 100,000,000,000

More Search Options
We found 0 results. Do you want to load the results now ?
Advanced Search

IDR 0 to IDR 100,000,000,000

More Search Options
we found 0 results
Your search results

Mau Investasi Properti di Bali? Simak Tiga Aspeknya!

Posted by arvind on May 28, 2014
| 0

Jakarta Bali merupakan destinasi wisata impian bagi setiap orang. Tidak hanya di mata turis mancanegara saja, melainkan masyarakat Indonesia sendiri. Dari sektor bisnis properti, Pulau Dewata juga selalu menjanjikan.

Bila selama ini banyak yang berpendapat bahwa sumber investasi properti terbaik di Bali masih berpusat di kawasan Kuta, perlu diketahui bahwa area di Bali Barat dan Bali Utara saat ini dinilai lebih prospektif.

Ada dua hal yang menjadi dasar kenapa kedua lokasi tersebut perlu menjadi perhatian investor. Pertama, kedua lokasi tersebut adalah lokasi yang dibuka seluas-luasnya oleh Pemerintah bagi pengembangan bisnis pariwisata di Bali.

Kedua, sejak Pemerintah Daerah membuat kebijakan membuka luas ijin pembangunan hotel dan kondotel, maka wilayah seperti Jembrana dan Singaraja menjadi pilihan tepat bagi investor yang tertarik untuk mengembangkan bisnis pariwisata dan perhotelan di kedua wilayah tersebut.

Terlebih dengan kondisi Bali barat yang secara geografis cukup menarik, serta Bali Utara yang menjadi salah satu lokasi di Bali untuk pengembangan wisata pantai, laut dan wisata air lainnya.

Apalagi jika merujuk data yang dirilis Rumah.com Property Index, median harga rumah tapak di Bali pada kuartal satu, dua dan tiga di tahun 2017 terbilang stabil dengan peningkatan sekitar Rp800.000 per meter persegi.

Di awal tahun 2017, harga rumah per meter persegi berada di angka Rp12,42 juta. Banderol ini tidak mengalami kenaikan atau penurunan pada kuartal dua. Akan tetapi, di kuartal ketiga, harga pasaran dikoreksi positif menjadi Rp12,5 juta per meter persegi.

Lantas, apa saja aspek yang perlu diperhatikan ketika berencana membeli properti sebagai ladang investasi di Bali? Berikut ulasannya dilansir dari Rumah.com.

Tiga Aspek Utama

1. Pertama, beli saat harga stabil

Harga properti di kawasan liburan cenderung lebih stabil dibanding daerah lain. Dengan kata lain, pada momen tertentu harga cenderung booming dan saat lesu sekalipun, harga tak pernah jatuh drastis. Kesimpulannya, belilah properti saat kondisi pasar tengah datar.

Informasi tentang kondisi pasar terkini di Bali, bisa Anda tanyakan kepada pihak yang jauh lebih piawai seperti agen properti.

2. Kedua, beli diluar musim liburan

Pasar perumahan di daerah liburan tidak hanya siklus, melainkan juga musiman, yang artinya harga relatif naik selama musim liburan dan kembali datar ketika para wisatawan tidak berlibur.

Ketika Anda membeli properti di luar musim liburan, Anda akan bersaing dengan sedikit konsumen lain dan mempunyai lebih banyak waktu untuk memastikan keputusan serta merancang strategi tawar-menawar.

Akan tetapi harga bisa naik dan turun seketika meski di luar musim, jika pemicunya adalah faktor hukum penawaran dan permintaan.

Ketika semakin banyak investor yang datang untuk mencari properti berupa rumah tapak yang akan disulap menjadi vila atau guest house, inilah waktu di mana kompetisi penjualan akan memanas dan harga berangsur naik.

Sebagai referensi, Kencana Nila Mansion yang dikembangkan PT Graha Giri Kencana bisa menjadi salah satu portofolio bisnis properti Anda.

Meski berkonsep townhouse, namun klaster bernuansa eksotis ini juga dapat difungsikan sebagai vila. Bagaimana tidak, lokasi wisata sekitar mampu mendongkrak wisatawan untuk mencari penginapan terdekat.

Hanya 5km dari perumahan ada Pantai Sanur. Karena letaknya berada di sisi timur Bali, pantai ini menjadi spotyang bagus untuk menyaksikan matahari terbit (sunrise). Sejajar dengan Pantai Sanur adalah Pantai Matahari Terbit (di sebelah utara Sanur), serta Pantai Mertasari (sebelah selatan).

Sementara untuk menikmati matahari tenggelam (sunset), Anda bisa mengunjungi Pantai Legian dan Pantai Kuta di sebelah barat. Jaraknya sekitar 11-12km, atau sekitar 35 menit dengan mobil dalam kondisi lalu-lintas lancar.

3. Ketiga, beli ketika ada permintaan

Kenyataannya, harga properti yang terlampau tinggi, memaksa investor untuk mempertimbangkan rumah seken sebagai satu-satunya ruang investasi kedua.

Asalkan, keputusan ini diambil karena permintaan sewa akan rumah penginapan di satu lokasi wisata begitu besar.

Pastikan sebelum membeli, Anda telah melakukan riset pasar yang menunjukkan betapa banyaknya permintaan namun tidak diiringi ketersediaan. Dengan begitu, investasi properti Anda akan meraup keuntungan sewa yang menggiurkan.

Jika ketiga momen diatas sudah dirasa tepat, kini saatnya menentukan properti mana yang akan dibeli. 

Dari liputan6.com

nfl jerseys cheap nfl jerseys wholesale